sebagian coretan tentang hidupku dan orang lain

Rabu, 26 Desember 2018

mundur

seramai ini, nyatanya hatiku masih saja sepi
semenjak kepergianmu kala itu, yang
meninggalkan jejak kenangan yang berserakan
yang hingga kini belum kurapikan.

entah kenapa,
aku masih saja bertahan bersama tumpukan sampah itu.
aku masih saja enggan berjalan maju.
padahal kulihat kau dari kejauhan sudah sanggup tertawa.
sedangkan aku disini masih saja lebam dipukul rindu.

untukmu yang telah pergi,
akan kumulai dari detik ini,
aku izin undur diri
dari pencapaian mimpi-mimpi yang gusar digapai
dari kemustahilan yang aku rindu-rindukan.



Share:

Selasa, 02 Januari 2018

Pinta




















bagiku,
kamu adalah ciptaan semesta yang selalu kupinta
dalam doa doa yang kuharap
dengan mudahnya namamu menyelinap
seakan tak mau terlambat dalam kupanjat
hingga akhirnya
kamu menjadi bagian utama dalam setiap doaku
dan didepan Tuhan aku memintamu tanpa malu-malu

aku tahu kau penikmat senja
tapi aku enggan kau sepertinya
ia nyata yang asllinya fana
ia indah namun hanya sementara
kamu,
berhentilah untuk mengingat luka
dan ijinkan aku disampingmu menyeka duka

jadilah seperti cuaca
yang tak pernah pergi dan selalu ada
kadang memberi kehangatan
kadang pula mendinginkan
tapi  disegala keadaan
ia selalu memilih bertahan

semoga kamu sepertinya
yang tak pernah pergi
yang tak pernah ingkar janji.

Share:

Senin, 30 Oktober 2017

sederhana saja

Aku memilih rangkaian kisah sederhana untuk diceritakan pada generasi kita.
Tak perlu berlebihan, asalkan bisa terkenang.

Aku dan kamu bukanlah sepasang kekasih yang melegenda,
seperti yang ada pada cerita romansa yang mendebarkan hati pembacanya.

Aku dan kamu adalah kita yang disatukan semesta,
Untuk merangkai semua kisah dengan sederhana

Bertemu karena hal sederhana,
Menjalani kisah juga dengan apa adanya,
dan semoga kita berakhir bahagia.

Katamu jalan kita bukan sesuatu hal yang harus diterka kemana arahnya.
Tapi, adalah kisah yang harus disyukuri karena telah tertulis rapi
pada bingkai-bingkai yang akan terpatri di hati,
akupun tersenyum menyetujui.

Aku ini adalah manusia yang serba kurang di sana sini.
Lalu kamu adalah makhluk yang dikirim ke bumi untuk menggenapi.

Setelahnya, adakah yang lebih membahagiakan dari melangkah bersama,
untuk kemudian saling memperbaiki?

Aku rasa tidak



masjid al iman
30/10/2017
23:36
Share:

Sabtu, 28 Oktober 2017

Tetap Sama

Deru ombak saling bersahutan bergantian
Meski berkali-kali mencapai tepi ia tetap akan kembali
Bersama saat aku menikmati indahnya ciptaan
Ingatan tentangmu dengan lancangnya hadir dalam pikiran

Lagi-lagi senyummu!
Kenapa kau diciptakan lebih teduh dari dari beringin yang diterpa angin
Membuat airmataku tak sadar mengalir tanpa akhir
Entah mengapa,
Karena hadirmu saat itu begitu istimewa.

Kepergianmu kala itu bukanlah diluar rencana
Ini semua adalah skenario dari yang maha kuasa
Untuk membuktikan bahwa dia menyayangi kita
Agar kita berdua tak terjebak dalam tipu daya
Serta menikmati kesenangan yang fana.

Jumat,
Hari itu tak akan pernah tak aku ingat
Siang kala itu sangat bersahabat 
Kau menjelma menjadi hari yang membuatku ingin menjadi
Seorang yang jauh lebih baik lagi

Semoga,
Pertemuan kala itu bukanlah akhir
Tapi menjadi awal dari kisah-kisah yang akan kita ukir
Kuharap perasaanmu seperti ombak
Tak berubah dan tetap sama
Meskipun ia terombang ambing kesana kemari


Ditulis di
Pantai Sadranan 
Sabtu, 28 Oktober 2017
08:00

Share:

Sabtu, 29 Juli 2017

perjalanan

Pagi itu kabut masih berselimut.
Bersama sisa-sisa kehangatan yang kian menyusut.
Saat itu langkahku mulai beranjak.
Menuju tanah yang tak pernah ku pijak.

Dalam ufuk hatiku aku selalu berdo'a.
Agar perjalanan kita penuh bahagia.
Tanpa harus menyeka kesedihan.
Yang pernah kita rasakan.

Inilah waktu yang tepat, saat.
Kita berdua harus berani melangkah.
Melupakan segala yang pernah kita tingkah.
Bergerak maju dengan senyum merekah.
Dalam perjalanan ini.
Aku akan selalu disampingmu.
Dan aku.
Akan selalu mencintaimu.
Hingga kita berdua menjadi debu.



Ditulis di
Laut Penyebrangan pelabuhan lembar(lombok) - pelabuhan padangbai(bali)
 27 - Juli - 2017


Share:

Sabtu, 15 Juli 2017

Abu Abu

                                                                               
Tak ada yang salah
Semua berjalan atas skenario-Nya
Saat semua pilihan sudah ditetapkan
Termasuk takdirku untuk mencintaimu

Kamu yang muncul entah dari mana tapi sanggup tenangkan jiwa
Kamu pemilik senyum manis yang membuat hati ini meringis-ringis
Terima kasih engkau sudi tuk menemuiku
Dan berbagi kisah denganku
Semoga engkau enggan berlalu

Dalam liang kalbu kupendam namamu
Saat ku menghadap yang Kuasa  kamulah yang selalu kuminta
Asma mu berada dalam doa-doa yang kulangitkan
Dengan harap “Semoga tuhan mengabulkan”

Semoga rasamu tak lagi abu-abu
Menjadi lebih berwarna
Tanpa kita menyimpan dusta
Saling mencinta apa adanya



Pekalongan,15 Juli 2017
22:46 WIB
Share:

Rabu, 22 Maret 2017

secarik rindu di tanah rantau

peluh keringat mengalir deras bersama debu
menimbulkan sedikit kehitam-hitaman dimuka yang penuh dengan dosa
menyelinap bersama dengan mesin-mesin perusak langit
ingin cepat terlelap lelah dibawah atap

        senja,
        tak pernah hentinya menimbulkan pesona
        sore ini kamu luar biasa
        bersatu padu dengan semesta.

kirimkan sedikit salam tentang rindu
melalui angin yang syahdu
ditemani mentari yang sendu
untuk dia dihatiku

       salamkan juga untuknya
       namamu masih saja kusebut
       bersama lamanya kusujud
       dalam hening sang tahajud





Prambanan, 22 -03 -2017        
       
 

Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

mundur

seramai ini, nyatanya hatiku masih saja sepi semenjak kepergianmu kala itu, yang meninggalkan jejak kenangan yang berserakan yang hingga ...

Blogger templates