seramai ini, nyatanya hatiku masih saja sepi
semenjak kepergianmu kala itu, yang
meninggalkan jejak kenangan yang berserakan
yang hingga kini belum kurapikan.
entah kenapa,
aku masih saja bertahan bersama tumpukan sampah itu.
aku masih saja enggan berjalan maju.
padahal kulihat kau dari kejauhan sudah sanggup tertawa.
sedangkan aku disini masih saja lebam dipukul rindu.
untukmu yang telah pergi,
akan kumulai dari detik ini,
aku izin undur diri
dari pencapaian mimpi-mimpi yang gusar digapai
dari kemustahilan yang aku rindu-rindukan.






0 komentar:
Posting Komentar